Pengertian Jujur

pengertian jujur

Pengertian Jujur

pengertian jujur

Pengertian Jujur menjadi satu diantara karakter yang dibutuhkan di kehidupan setiap hari. Karakter jujur disebutkan telah tertancap pada diri seorang. Tetapi, sebaiknya bila dilatih sejak kanak-kanak supaya terlatih saat bergerak dewasa.

jujur sebuah karakter yang memerlukan kecocokan sikap di antara pengucapan yang disampaikan dan tindakan yang sudah dilakukan oleh seorang. Maknanya, seorang bisa disebutkan jujur bila dia ucapkan suatu hal yang sesuai sebetulnya, dibarengi perlakuan yang semestinya.

Menurut pakar Mohammad Mustari, pemahaman jujur ialah satu sikap manusia yang didasari pada usaha jadikan dianya jadi orang yang bisa dipercayai dalam pengucapan, perlakuan, dan tugas, baik pada dianya atau faksi lain.

Seorang yang memberikan karakter jujur akan memperoleh faedah baik pada hidupnya. Diantaranya hati tenang, terlatih bertanggung-jawab, dijauhkan dari sikap menyalahi etika, dan bisa dipercayai seseorang.

Contoh-contoh karakter jujur bisa diketemukan di kehidupan setiap hari, dimulai dari ranah keluarga sampai lingkungan khalayak luas. Contoh dalam keluarga ialah memberitahu hasil ujian sekolah ke orang-tua dengan sebetulnya walau mendapatkan nilai jelek, kembalikan uang berbelanja yang diberi oleh orang-tua, dan terang-terangan saat lakukan kekeliruan.

Di lingkungan sekolah, karakter jujur dapat diketemukan saat kerjakan pekerjaan atau ujian tanpa menjiplak, kembalikan buku perpustakaan on time, dan berbicara jujur pada rekan atau guru.

Sementara di dalam lingkungan bermasyarakat, contoh karakter jujur dapat berbentuk patuhi rambu jalan raya di jalan, tidak menyogok petugas kepolisian saat ditilang karena kelengahan diri kita, memberi info yang sebetulnya ketika berada yang menanyakan alamat di jalan.

jujur bisa juga diartikan sebagai kecocokan di antara niat dengan perkataan dan tindakan seorang. Maknanya, intensi sebagai elemen khusus dari kejujuran. Seorang muslim bisa jadi salah sampaikan realita karena dia kurang memahami dengan keadaan sebetulnya, tetapi karena dia punya niat ikhlas dan tidak berniat menipu seseorang.

Karena itu sikap itu dapat digolongkan jujur, walau yang dia pastikan berlawanan dengan bukti. Kewajiban berbicara jujur ini tercantum dalam sabda Rasulullah SAW: “Jaminlah kepadaku enam kasus dari diri kalian, pasti saya jamin ke kalian balasan surga:

  • [1] jujurlah saat bicara,
  • [2] penuhilan janji,
  • [3] tunaikan bila dipercayai,
  • [4] jaga kemaluan kalian,
  • [5] menundukkan penglihatan kalian, dan
  • [6] tahanlah tangan kalian

,” (H.R. Ahmad). Nabi Muhammad SAW jamin sesungguhnya orang yang jujur akan mendapat kebaikan. Kebaikan paling agung dari kejujuran ialah balasan surga dari Allah SWT, seperti sabdanya: “Sebenarnya jujur itu bawa kebaikan dan kebaikan itu bawa ke surga,” (H.R. Bukhari). (kuliahpendidikan)