Pelajari Campuran Homogen dan Heterogen

Berikut ini adalah diskusi tentang pengertian campuran, berbagai campuran, istilah larutan, definisi larutan, larutan elektrolit, larutan sampel, sampel campuran, metode pemisahan campuran, sampel campuran homogen dan sampel campuran heterogen. Setelah memahami elemen dan koneksi, Anda akan belajar tentang campuran.

Memahami campuran

Ketika tanah terbenam dalam air, Anda akan melihat bagian-bagian tanah seperti tanah liat, pasir, kerikil, sisa-sisa tanaman dan sebagainya. Tanah liat, pasir, kerikil dan sisa-sisa tanaman adalah zat yang dapat dibagi menjadi potongan-potongan kecil.

Tanah liat, pasir, kerikil dan sisa tanaman memiliki karakter yang kuat, tidak berubah, bahkan jika digabungkan.

Gula dalam kombinasi dengan air membentuk air gula. Air dan gula adalah senyawa yang dikelompokkan bersama.

Gula masih memiliki rasa manis dan air masih memiliki karakter cair, sehingga campuran sifat asli dari bahan-bahannya tidak berubah, bahkan jika mereka gabungkan.

Air dikombinasikan dengan tepung terigu untuk membentuk campuran tepung. Sifat air dan tepung masih ada. Campuran tepung menyebabkan endapan, berbeda dengan air bergula, yang tidak menyebabkan endapan.

Campuran air dan minyak tanah selalu terpisah dan tidak teratur. Campuran dapat dibentuk oleh senyawa dengan senyawa, terdiri dari unsur dan unsur dengan unsur.

Sumber : https://kabarkan.com/

Oleh karena itu, zat tersebut terdiri dari 2 atau lebih zat yang sifatnya tidak hilang sama sekali, yang disebut sebagai campuran.

Macam-Macam Campuran

1. Campuran Homogen

Campuran homogen terdiri dari dua bagian atau lebih senyawa yang memiliki semua sifat dan susunan lama. Solusinya terdiri dari pelarut pertama dan zat terlarut kedua. Dalam campuran homogen semua bagian seragam sehingga komponen tidak dapat dibedakan.

Contoh campuran homogen:

  • Larutan garam (campuran garam dengan air)
  • Solusi gula (campuran gula dengan air)
  • Air baterai (larutan asam sulfat)
  • Memasak cuka
  • Udara
  • 70% alkohol

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah campuran serbaneka, di mana bahan-bahan penyusunnya tidak berinteraksi, sehingga kita dapat dengan jelas mengamati bahan yang membentuk campuran tersebut. Campuran heterogen tidak memerlukan komposisi tetap seperti senyawa, jika kita mencampur dua bahan atau lebih, campuran akan terjadi.

Campuran heterogen memiliki karakteristik, yaitu

  • 1) ukuran partikel campuran lebih besar dari molekul;
  • 2) pencampuran partikel yang tidak teratur;
  • 3) solusi akan mengendap (pelarut dan partikel terlarut terpisah) jika dibiarkan;
  • 4) berawan dan tahan air.

Contoh campuran heterogen

Di antara campuran minyak dan air, kita dapat melihat bagian mana yang merupakan minyak dan bagian mana yang merupakan air dengan indera mata kita.
Perhatikan juga susu yang sering kita konsumsi, terdiri dari berbagai zat seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin C dan E dan mineral.

Perbedaan campuran homogen dan heterogen:

  • Campuran heterogen adalah campuran yang komponennya masih dapat terlihat tidak terlihat.
  • Campuran homogen adalah campuran yang sama, komponen-komponennya tidak dapat dipisahkan secara kasat mata. Campuran homogen juga disebut larutan.

Klasifikasi dan Contoh Koloid

LINGKUP MENENGAH
Cairan gas padat
TAHAP
DITAMPILKAN

  • Sol padat padat
    Contoh: paduan logam, kaca berwarna, berlian hitam
  • Sol cair
    Contoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat
  • Sol gas (aerosol padat)
    Contoh:
  • debu di udara, membakar asap
  • Emulsi padat cair (gel)
    Contoh: jeli, keju, mentega, nasi
  • Emulsi cair
    Contoh: susu, mayones, krim tangan
  • Emulsi gas (aerosol cair)
    Contoh: awan, kabut, semprotan (seperti semprotan rambut, obat nyamuk)
  • Busa padat
    Contoh: batu apung, marshmallow, karet busa, stereoform
  • Busa cair (busa)
    Contoh: putih telur kocok, busa sabun

catatan:

Tidak ada sistem koloid dengan fase terdispersi dan media pendispersi gas, karena dianggap sebagai larutan (campuran homogen).

HANYA TUTUP
Sol adalah jenis koloid di mana fase terdispersi adalah padatan dan media dispersi dapat menjadi padat, cair atau gas sehingga menghasilkan tiga (3) jenis sol koloid, yaitu sol padat, sol cair, sol dan sol gas. Contoh sol koloid yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah cat, tanah liat, dll. Pada bagian ini kita akan membahas sol koloid cair.

  • Sol padat
    Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat. Contohnya adalah paduan logam, kaca berwarna dan berlian hitam.
  • Sol cair
    Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair. Contohnya adalah cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat, dll.
  • Sol gas (aerosol padat)
    Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi padat. Contohnya adalah debu di udara, asap terbakar, dll.
  • GAYA INTERMOEKUL
    Gaya yang terjadi antara 2 molekul itu akan mempengaruhi sifat fisik suatu zat.

Baca Juga :

 

,