Hukum Kekekalan Energi Mekanik Pada Gerak Vertikal

bkk-purworejo.co.id – Pernahkah Anda melempar objek secara vertikal? Ketika Anda melakukannya, itu berarti bahwa Anda telah menentukan gaya dorong yang menyebabkan objek dilempar untuk mengalami kecepatan v0 sehingga bergerak ke atas. Perhatikan gambar berikut.

Dalam fisika gerakan, objek dalam contoh di atas disebut Vertical Upward Motion (GVA). Apakah Anda tahu lalu gerakan vertikal mana yang aktif? dan apa dimensi dan grafiknya? Untuk menjawab pertanyaan ini, baca pernyataan berikut dengan seksama.

Pahami gerakan vertikal ke atas

Gerakan menaik vertikal atau GVA adalah salah satu jenis gerakan lurus lurus (GLBB) yang sama dengan jatuh bebas dan gerakan vertikal ke bawah. Seperti namanya, gerakan vertikal ke atas adalah gerakan objek yang bergerak dari titik terendah ke titik tertinggi.

Sebenarnya, gerakan ke atas vertikal (GVA) sama dengan gerakan ke bawah vertikal (GVB), tetapi ada perbedaan nyata antara kedua gerakan ini. Perbedaannya adalah arah gerakan. Perbedaan arah gerakan memengaruhi akselerasi dan kecepatan objek setelah t detik.

Akselerasi objek dalam gerakan vertikal menaik (GVA) serta jatuh bebas (GJB) dipengaruhi oleh akselerasi gravitasi. Namun, karena arah objek GVA diarahkan ke atas, sedangkan percepatan gravitasi diarahkan ke bawah, objek melambat karena percepatan gravitasi -9,8 m / s2.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

Gerakan vertikal ke atas, atau GVA, adalah gerakan bujursangkar yang berubah dalam arah vertikal (dari bawah ke atas) dengan kecepatan awal tertentu dan memperlambat gravitasi bumi (a = -g).

Gerakan vertikal ke atas (GVA) adalah gerakan lurus yang berubah secara teratur ketika kecepatan berubah secara teratur. Kecepatan benda dalam gerakan vertikal ke atas berkurang secara teratur dengan perlambatan konstan yang sama dengan percepatan akibat gravitasi (a = -g). Kecepatan terus menurun dengan meningkatnya waktu, sehingga gerakan vertikal ke atas, juga disebut gerakan bujursangkar (GLBB) yang berubah secara tidak teratur, diperlambat.

Dalam gerakan ke atas vertikal kita harus membayangkan sebagai konsep dasar bahwa kecepatan objek pada titik tertinggi adalah nol. Dengan kata lain, ketika suatu benda mencapai ketinggian maksimum, benda itu dimatikan sejenak sebelum akhirnya jatuh kembali. Konsep ini merupakan kunci penting dalam menganalisis masalah gerakan vertikal dan gerakan parabola.

Setelah mencapai ketinggian maksimum, objek bergerak ke bawah lagi. Pada fase ini, objek mengalami jatuh bebas. Dengan cara ini, Anda dapat menggunakan konsep dan formula GJB. Selain GVA, waktu yang diambil untuk menemukan titik tertinggi adalah waktu yang diambil untuk kembali ke titik terendah (titik awal objek digeser ke atas).

Waktu yang dibutuhkan benda untuk melayang di udara adalah dua kali lipat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi. Konsep kombinasi gerakan vertikal menaik dan gerakan jatuh bebas dibahas secara rinci dalam artikel gerakan vertikal: definisi, sifat, rumus, grafik, contoh pertanyaan, dan diskusi.

Karakteristik gerakan vertikal ke atas

Objek harus bergerak vertikal ke atas (GVA) jika memiliki properti atau karakteristik berikut:
1
Objek bergerak dari bawah ke atas dengan permukaan tanah sebagai titik referensi.
2
Lintasan objek adalah garis vertikal
3
Objek dipindahkan sepanjang sumbu Y (arah vertikal)
4
Ini memiliki kecepatan awal (v0 ≠ 0)
5
Kecepatan benda menurun secara teratur
6
Kecepatan objek pada titik tertinggi (ketinggian maksimum) adalah nol
7
Objek melambat (a = -g)

Sama seperti gerakan vertikal ke bawah, gerakan ke atas vertikal (GVA) adalah hukum untuk konservasi energi mekanik. Energi mekanik di setiap titik lintasan adalah sama. Energi kinetik terbesar terjadi pada titik terendah, sedangkan energi potensial terbesar adalah pada titik tertinggi.

Formula untuk gerakan ke atas vertikal
Untuk menurunkan rumus ukuran dalam gerakan menaik vertikal (GVA), kita dapat menggunakan rumus dasar dalam garis lurus, gerakan yang berubah secara tidak teratur. Rumus dasar dalam GLBB adalah sebagai berikut:

formula GLBB utama
vt
=
v0 ± at
………………………………… tekan. (1)
s
=
s0 + v0t ± ½ at2
………………………………… tekan. (2)
VT2
=
v02 ± 2as
………………………………… tekan. (3).

Sumber: https://www.berpendidikan.com/2015/12/pengertian-rumus-dan-bunyi-hukum-kekekalan-energi-serta-contoh-soalnya.html

Baca Artikel Lainnya:

Manfaat Olahraga Fitnes Untuk Kesehatan Tubuh

Pengertian Hidrolisis Garam dan Rumus