Fakta ChromeOS, Windows OS dan MacOs pesaing

Sistem operasi yang banyak digunakan selama ini adalah Windows OS dan Mac OS. Bahkan, dunia mesin pencari besar Google telah lama meluncurkan sistem operasinya sendiri, yaitu ChromeOs.

Apa itu ChromeOS dan bagaimana cara kerjanya, mari kita simak lebih dekat ulasan berikut ini.

  1. ChromeOS berbasis open source

Dalam dunia sistem operasi open source, kita mengenal Linux. ChromeOS dari Google juga mengadopsi konsep open source dan berbasis Linux, karena ChromeOS dikenal sangat ringan. Versi stabil ChromeOs diperkenalkan pada tahun 2010.

Antarmuka pengguna ChromeOS sangat identik dengan browser Chrome. Siapa pun yang berselancar di Internet setiap hari pasti tidak akan mengalami masalah, karena mereka tahu browser Chrome.

ChromeOS hanya dapat berjalan di perangkat tertentu, yaitu laptop Chromebook. Laptop Chromebook dari berbagai merek saat ini tersedia di pasaran.

Kapal yang sangat cepat

Berbeda dengan sistem operasi normal yang biasanya membutuhkan waktu untuk booting, ChromeOS hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Semua berkat sistem yang sangat sederhana dan mudah sehingga tidak butuh waktu lama untuk memulai.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa kecepatan boot ChromeOS seperti menyalakan TV.

  1. Aman dari virus

Berbeda dengan WindowsOS yang rentan terhadap virus, ChromeOS dikatakan sulit dimasuki virus atau malware. Keamanan di ChromeOs selalu diperbarui secara otomatis agar lebih aman dari virus dan malware.

Akses ke PlayStore melalui laptop

Biasanya kita hanya bisa mengakses PlayStore melalui smartphone dan tablet Android, tapi kita bisa mengakses PlayStore dengan ChromeOS dan Chromebook. Oleh karena itu, aplikasi yang Anda unduh dari PlayStore ke ponsel cerdas Anda dapat berjalan di Chromebook dengan Chrome OS.

  1. Murah

ChromeOS adalah open source, jadi gratis untuk digunakan. ChromeOS dirancang untuk penggunaan sederhana seperti menjelajahi dan menjalankan aplikasi Android, jadi tidak perlu aplikasi mahal dan canggih.

  1. Berbasis cloud

ChromeOS sebisa mungkin berbasis cloud. Anda dapat menggunakan semua produk dan layanan berbasis cloud Google seperti Google Documents, Google Drive, Spreadsheet, dan Google Foto. Dengan kata lain, untuk mengakses semua data di Google Cloud, Anda harus terhubung ke internet.

  1. Cahaya

ChromeOS memerlukan perangkat keras khusus, umumnya dikenal sebagai Chromebook. Chromebook biasanya sangat ringan karena, mengingat kesederhanaan ChromeOS itu sendiri, mereka tidak memerlukan spesifikasi tinggi.

  1. Masa pakai baterai yang lama

Perangkat Chromebook umumnya memiliki masa pakai baterai yang lama karena ChromeOS sangat sederhana dan tidak menggunakan banyak daya.

Jika melihat fitur yang ditawarkan, ChromeOS bisa menjadi pesaing OS Windows dan macOS. Jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda sendiri. Seperti disebutkan di atas, ChromeOS sangat mirip dengan browser Chrome, jadi pada dasarnya Anda menjalankan semua aplikasi saat terhubung ke internet.

Jika Anda tidak terhubung ke internet atau pekerjaan Anda memerlukan penggunaan aplikasi canggih seperti Photoshop, Adobe Premier, dll., ChromeOS bukanlah solusinya. Namun, jika pekerjaan Anda sehari-hari terhubung dengan internet, sebatas browsing di dunia maya, atau Anda membutuhkan semua data yang dapat diakses di ponsel atau laptop Anda, maka ChromeOS bisa menjadi jawabannya.

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/