Dengan akreditasi internasional, PII siap berkontribusi dalam pengembangan IKN baru

Dengan-akreditasi-internasional-PII-siap-berkontribusi-dalam-pengembangan-IKN-baru

Presiden Indonesia Joko Widodo mengundang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan enam asosiasi profesi lainnya ke Istana Negara. Banyak yang diperantarai untuk pembangunan ibu kota negara baru (IKN).

Ikatan profesi yang datang ke Istana Negara antara lain Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ikatan Desainer Perkotaan Indonesia, Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia, Ikatan Ahli Lingkungan Indonesia, dan Dewan Green Building Indonesia.

Tujuh asosiasi profesi yang bergerak di bidang jasa konstruksi diberi kesempatan silih berganti

untuk berkontribusi dalam pembangunan ibu kota negara.

Presiden memberikan kesempatan kepada asosiasi-asosiasi profesi ini untuk duduk di Badan Otoritas Permodalan agar dapat memberikan rekomendasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ibu kota negara.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi

bahwa pemerintah akan terbuka terhadap segala ide dan saran yang disampaikan dengan baik dan konstruktif guna membangun ibu kota Indonesia di masa depan.

Karena ibu kota yang dibangun adalah kota kosmopolitan untuk semua orang, tentu saja setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bahkan pada ide terkecil sekalipun.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

“Presiden sudah mendengarkan dengan seksama semua kontribusi pemeriksaan sebelumnya bahkan Presiden mengundang para ahli tersebut untuk berpartisipasi dalam pembentukan otoritas ibu kota dan duduk dalam perencanaan pembangunan IKN,” kata Suharso, Kamis (15 April 2021). .

Baca Juga: Siapkan Masyarakat 5.0, PII Dorong Integrasi Kurikulum Insinyur Profesional Dan Kampus Mandiri
Standar kelas dunia

Senada dengan Presiden, Ketua Umum PII, Dr. Ir Heru Dewanto, ST, MSc (Eng)

, menyampaikan pandangannya tentang IKN yang berdasarkan whitepaper, berpeluang untuk menggunakan IKN sebagai standar baru bagi ibu kota dunia. yang menjadi acuan bagi ibu kota dunia lainnya.

Selain itu, jika dikelola dengan baik dan profesional, proyek sebesar ini bisa menjadi investasi yang akan memberikan efek pemulihan pascapandemi.

“Syaratnya, setiap langkah terkait IKN harus jelas memperhatikan keterkaitannya dengan masyarakat dan perekonomian nasional,” ujarnya.

LIHAT JUGA :

https://paskot.id/
https://politeknikimigrasi.ac.id/
https://stikessarimulia.ac.id/
https://unimedia.ac.id/
https://www.hindsband.com/
https://savepapajohns.com/
https://mudikbumn.co.id/